Kamis, 04 September 2008

Tahun Ajaran 2008/2009

Pada tahun ajaran 2008/2009, program keahlian Teknik MEkanik Otomotif Sekolah MEnengah Kejuruan Negeri 3 Singaraja menerima 4 kelas untuk tingkat X (sepuluh). Hal ini dikarenakan animo atau antusias pelamar untuk jurusan otomotif sangat tinggi. Keadaan inipun sebenarnya sedikit membuat kerepotan dalam hal penyediaan media, kelas dan ruang lainnya. Program keahlian Teknik MEkanik Otomotif memang masih menjadi pavorit di sekolah menengah kejuruan negeri 3 singaraja, selain jurusan Teknik Informatika. Dengan adanya himbauan dari pemerintah, bahwa tamatan sekjolah menengah pertama atau SMP lebih diarahkan untuk melanjutkan ke sekolah kejuruan. Apabila setelah tamat, mereka tidak bisa melanjutkan, maka dapat langsung kerja dengan skill yang sudah dimilikinya. Tapi juga jika mau melanjutkan ke perguruan tinggi tidak menutup kemungkinan karena peluang tetap ada.
Untuk mengatasi kesulitan ruangan dan bengkel, maka solusinya adalah ada kelas-kelas yang masuk siang. Keseluruhan kelas untuk program keahlian Mekanik Otomotif ada 11 kelas, yaitu tingkat X = 4 kelas, tingkat XI = 5 kelas dan Tingkat XII = 2 kelas. Adapun pembagian kelas adalah tingkat XII gabung dengan XMO1, sedangkan Xmo2-4 menjadi satu group. Untuk tingkat XI menjadi 2 group yakni group I : kelas XImo1-XImo2 dan group II : kelas XIMO3-XImo5. semoga kondisi ini tidak menjadi hambatan dalam mendidik siswa.

Kamis, 26 Juni 2008

KELULUSAN KELAS XII

S atu hari terpenting yang selalu dinanti-nanti oleh seorang siswa dari mereka mulai menancapkan pena diawal tahun ajaran pada tingkat x sampai pada puncaknya pada tingkat xii. satu hari tersebut seolah-olah menghapus kejenuhan belajar selama 3 tahun. Bagaikan kelahiran yang tidak bisa ditolak, begitu juga satu kata atau dua kata yang harus mereka dengarkan dan mereka terima sebagai akibat rajin tidaknya, serius tidaknya, giat tidaknya maupun keintaran dalam mereka belajar. Kata "LULUS" atau "TIDAK LULUS", merupakan kata yang membahagiakan dan juga menakutkan.
Namun hal terbaiklah yang selalu diharapkan oleh setiap siswa yang sudah sekian lama belajar demi sebuah lembaran ijasah. Tanggal 14 Juni 2008 merupakan hari yang dinantikan oleh siswa-siswi kelas XII Teknik Mekanik Otomotif SMK negeri 3 Singaraja. Atas ketekunan mereka dan karunia Tuhan, semua siswa Program keahlian Teknik Mekanik Otomotif SMKN 3 Singaraja dapat mencapai hasil sempurna yakni "LULUS".
Selamat bagi kalian atas keberhasilan yang telah kalian capai, semoga semua hal yang telah anda gali, anda peroleh di sekolah dapat dijadikan pegangan hidup kalian untuk menghadapi tantangan hidup selanjutnya. Good Luck to All !!!!

Senin, 19 Mei 2008

Sistem Pengisian

Sistem kelistrikan pada kendaraan mobil selain sistem pengapian dan sistem starter adalah sistem pengisian. Sistem ini merupakan sistem yang mempunyai fungsi menyediakan atau menghasilkan arus listrik yang nantinya dimanfaatkan oleh komponen kelistrikan pada kendaraan dan sekaligus mengisi ulang arus pada baterai.Baterai pada kendaraan merupakan sumber listrik arus searah. Sifat muatannya adalah akan habis jika dipakai terus secara kontinu. Padahal keperluan arus listrik bagi perlengkapan kendaraan adalah setiap saat,utamanya akan banyak dihabiskan oleh sistem starter. Muatan listrik baterai akan berkurang bahkan habis apabila komponen kelistrikan kendaraan dihidupkan saat mesin mati. Dengan demikian agar baterai selalu siap pakai dalam arti muatannya selalu penuh, maka harus ada suatu sistem yang dapat mengisi ulang muatan. Nah sistem pengisian inilah yang mempunyai fungsi tersebut.
Sistem pengisian bekerja apabila mesin dalam keadaan berputar. Selama mesin hidup sistem pengisian yang akan menyuplai arus listrik bagi semua komponen kelistrikan yang ada, namun jika pemakaian arus tidak terlalu banyak dan ada kelebihan arus, maka arus akan mengisi muatan di baterai. Dengan demikian baterai akan selalu penuh muatan listriknya. Arus yang dihasilkan oleh sistem pengisian adalah arus bolak balik. Padahal semua sistem dan komponen kelistrikan kendaraan memakai arus searah. Diodalah yang berfungsi menyearahkan arus bolak balik.
Adapun komponen sistem pengisian adalah sebagai berikut:
1. Baterai, sebagai sumber arus dan media penyimpanan arus pengisian
2. Kunci Kontak, sebagai pemutus dan penghubung arus dari baterai ke regulator
3. Lampu Indikator Pengisian, sebagai pengontrol adanya pengisian
4. Regulator, sebagai pengontrol arus dan pembatas tegangan pengisian
5. Alternator, sebagai pembangkit arus
Adapun bagian-bagian dari alternator sebagai berikut:
a. Kipas, sebagi pendingin
b. Pully, sebagai tempat v-belt
c. Stator, merupakan lilitan yang diam
d. Rotor, merupakan lilitan yang bergerak
e. sikat, sebagai penghantar arus
Prinsip kerja:
Alternator digerakkan oleh mesin melalui v-belt. JIka arus dari baterai mengalir ke rotor melalui regulator, maka akan terjadi kemagnetan pada lilitan rotor. Selanjutnya jika mesin berputar, rotor juga berputar. Hal ini menyebabkan terjadinya induksi tegangan dari rotor ke kumparan stator. Pada kumparan stator akan dibangkitkan tegangan arus bolak balik yang selanjutnya disearahkan oleh dioda. Arus yang sudah disearahkan akan disalurkan ke baterai. Adapun pengaturan besar kecilnya tegangan pengisian diatur oleh regulator.

Jumat, 11 April 2008

Sistem Stater


Sistem stater merupak sistem kelistrikan pada kendaraan bermotor yang berfungsi untukmenghasilkan putaran awal saat kendaraan mau dihidupkan. Awal kendaraan diciptakan, cara menghidupkan pertama dengan memutar engkol. Ini masih terbatas pada mesin satu silinder dengan cc kecil. namun tidak demikian untuk mesin bersilinder banyak dengan cc yang besar tentunya karena kekuatan manusia tidak mampu untuk itu. dengan demikian ada sistem yang berfungsi memutar. sistem ini memanfaatkan arus baterai tegangan 12 volt atau 24 volt tergantung kapasitas kendaraan. Komponen sistem starter sebagai berikut:
1. Baterai berfungsi sebagai sumber tegangan
2. Kunci Kontak berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus dari baterai ke motor stater
3. Motor stater berfungsi untuk menghasilkan putaran dengan menerapkan prinsip kemagnetan
Komponen motor stater sbb:
1.Kumparan penahan
2.Kumparan Penarik
3.Switch utama
4.Kumparan Medan
5. Sikat
6. Kopling geser
7. Gigi pinion
8. Armatur
9. Tuas pendorong
10 Rumah motor
Prinsip kerja sebagai berikut:
A. Saat kunci kontak on Kontak Utama Off
Arus mengalir dari baterai ke kunci kontak (terminal B) --> keluar terminal ST--->menuju terminal 50 motor stater -->menuju kumparan penahan langsung dapat masa dan kumparan penarik --->kumparan medan --->sikat --->Komutator-->Armatur--->komutator--.sikat-->massa.
B. Kunci kontak on dan Kontak utama di motor stater on
akibat kedua kumparan dialiri arus menyebabkan terjadinya kemagnetan pada kumparan penahan yang langsung menarik kontak utama sehingga terminal 30 dan terminal C berhubungan. sedangkan kumparan penahan juga terjadi kemangnetan menyebankan tuas pendorong tertari di satu ujung dan di ujung yang lain mendorong kopling geser. Dipihak lain, karena kontak utama sudah berhubungan, maka arus besar mengalir langsung dari terminal positif baterai menuju terminal 30 motor stater terus ke terminal C --->kumparan medan -->sikat-komutator-->armatur-->sikat-->masa. Hal ini menyebabkan terjadi puntiran pada armatur sehinga armatur dapat berputar kencang. selanjutnya putaran ini diteruskan ke gigi pinion. Karena gigi pinion berhubungan dengan flyweel, putaran diteruskan ke flywheel. Flywheel memutar poros engkol. akhirnya mesin bisa berputar. Jika mesin sudah berputar, maka kunci kontak dikembalikan ke posisi IG, sehingga motor stater berhenti berputar.

sistem pengapian


Sistem pengapian pada kendaraan bermotor merupakan salah satu sistem yang mendukung bekerjanya sebuah kendaraan khususnya kendaraan berbahan bakar bensin. sistem pengapian dikelompokkan menjadi 2 berdasarkan pemicu yakni sistem pengapian konvensional pemicu platina dan sistem pengapian elektronik, dengan pemicu komponen semi dan full elektronik. sistem ini berfungsi menghasilkan percikan bunga api pada busi yang nantinya berguna untuk membakar campuran bahan bakar dengan bensin. sistem ini dilengkapi dengan komponen pembangkit tegangan yang disebut coil. Pada prinsipnya, sistem pengapian dapat menghailkan percikan api pada busi karena tegangan 12 volt dari baterai di naikkan menjadi tegangan tinggi sekitar 10-20 Kv. Komponen sistem pengapian sebagai berikut:
1. Baterai (aki) berfungsi sebagai sumber arus
2.Kunci Kontak berfungsi sebagai pemutus dan menghubungkan arus dari baterai ke koil
3.Koil berfungsi sebagai pembangkit tegangan tinggi
4.Platina berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus primer dari koil ke massa
5. Condensor berfungsi untuk menyerap percikan api pada kontak platina serta membantu mempercepat imbulnya induksi pada kumparan primer setelah platina menutup kembali
6. Distributor berfungsi untuk membagi tegangan tinggi ke busi sesuai urutan pengapian(firing order)
7. Busi berfungsi untuk memercikan bunga api

Senin, 24 Maret 2008

Project Works Kelas XII

Beberapa kegiatan final menjelang akhir pembelajaran siswa Kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Singaraja khususnya pada semester 6 meliputi; Pengerjaan Project Works, PraUAN,UAN. Pengerjaan Project Work memiliki beberapa tahapan kegiatan mulai penyusunan proposal, pengerjaan job sheet, dan pembuatan laporan kegiatan. Melalui kegiatan project work ini, selain siswa menerapkan pengetahuan yang sudah mereka dapatkan selama sekolah, juga melatih kemampuan berwirasusta. Wirasuasta yang dimaksud adalah dalam penyusunan proposal mereka harus menentukan kebutuhan bahan dan alat juga mencari harga bahan dan alat yang dperlukan. Selain itu mereka juga harus menentukan berapa ongkos pengerjaan, berapa keuntungan,berapa biaya yang harus dibayar oleh pelanggan. Khusus untuk siswa program keahlian mekanik otomotif, job sheet yang dikerjakan dikelompokkan menjadi 3 meliputi; job sheet kelistrikan, job sheet motor otomotif dan job sheet chasis serta Sistem Pemindah Tenaga (SPT). Kegiatan siswa ini dibimbing oleh guru pembimbing dengan jumlah masing-masing asuhan dibagi merata oleh jumlah total guru otomotif yang ada. sistem pembagian job sheet ditentukan melalui undian dengan harapan siswa tidak menumpuk pada salah satu job sheet yang dirasa lebih mudah. Kegiatan ini secara rutin dilaksanakan setiap tahun.

Jumat, 21 Maret 2008

Siswa

Jumlah kelas yang ada di program keahlian mekanik otomotif tahun ajaran 2007/2008 adalah 10 kelas meliputi; kelas X : 5 kelas, kelas XI berjumlah 2 kelas dan kelas XII berjumlah 3 kelas. Untuk penyebaran siswa magang tersebar di seluruh wilayah Bali,meliputi Buleleng, Badung,Denpasar, Bangli, Tabanan, Gianyar, Klungkung.

Tenaga Pengajar

Tenaga Pengajar di Program Keahlian Mekanik Otomotif SMKN 3 Singaraja Sekarang berjumlah 17 Orang,terdiri dari Guru Tetap 15 orang dan Guru Tidak Tetap 2 orang. Adapun nama guru yang mengajar yaitu:



Mengajar mata Pelajaran Motor Otomotif, SIstem Bahan Bakar Bensin, Sistem Pendingin, tuneUP motor Bensin,





2. I Made Parwa, ST
Mengajar mata pelajaran sistem rem, sistem kemudi, sistem pemindah tenaga, transmisi, geometri roda





3. Drs. Gede Sadiaryadi
mengajar mata pelajaran sistem pendingin, sistem bahan bakar bensin, sistem pelumasan, service komponen, tune-up motor bensin, sistem bahan bakar diesel





4. I Nyoman Winata Artaya, S.Pd
mengajar mata pelajaran sistem kemudi, sistem rem, transmisi, sistem pemindah tenaga





5. Drs. Ketut Seken
mengajar mata pelajaran sistem bahan bakar bensin, tune-up motor bensin, sistem bahan bakar diesel, sistem pendingin, DDO motor





6. Dewa Nyoman Suteja
mengajar mata pelajaran sistem pemindah tenaga, sistem rem, sistem kemudi, geometri roda, roda dan ban, DDO chasis





7. I Nyoman Sukasna, S.Pd
mengajar mata pelajaran sistem pengisian, sistem penerangan, sistem pengapian, sistem stater





8. Drs.I Gusti Ngurah Adnyana
mengajar mata pelajaran sistem pengisian, sistem penerangan, sistem pengapian, sistem stater, DDO listrik AC, sistem assesoris





9. Wayan Widayana, S.Pd
mengajar mata pelajaran sistem bahan bakar bensin, tune-up motor bensin, sistem bahan bakar diesel, sistem pendingin, DDO motor





10. Gede Suarta Ambara, ST
mengajar mata pelajaran sistem pengisian, sistem penerangan, sistem pengapian, sistem stater, DDO listrik AC, sistem assesoris





mengajar mata pelajaran sistem pemindah tenaga, sistem rem, sistem kemudi, geometri roda, roda dan ban





mengajar mata pelajaran sistem pengisian, sistem penerangan, sistem pengapian, sistem stater, DDO listrik AC, sistem assesoris, KKPI, Instalasi Jaringan LAN, Diagnosa WAN




13. I Gusti Made Adnyana, S.Pd

mengajar mata pelajaran sistem bahan bakar bensin, tune-up motor bensin, sistem bahan bakar diesel, sistem pendingin, DDO motor,KKPI



Mengajar PDTM, Gambar Teknik, K3, Service komponen

15. Si Komang Ngurah Widana Putra,ST
Mengajar mata pelajaran sistem rem, sistem kemudi, sistem pemindah tenaga, geometri roda
mengajar mata pelajaran DDO listrik, sistem assesoris, sistem penerangan,

17 Gede Arsa Wijaya,ST
mengajar mata pelajaran PDTM, gambar teknik, sistem rem, K3

Senin, 17 Maret 2008

PROGRAM KEAHLIAN MEKANIK OTOMOTIF

Program Keahlian Mekanik Otomotif ini adalah salah satu program keahlian yang ada di sekolah menengah kejuruan negeri 3 singaraja. beralamat di jalan gempol banyuning singaraja. kurang lebih 1 kilometer arah timur kota singaraja. Kepala program keahlian adalah I Made Parwa,S.Pd. Mekanik Otomotif terdiri dari Kelistrikan Otomotif,Motor otomotif serta Chasis dan Sistem Pemindah Tenaga.Sistem pembelajaran menerapkan dua sistem yakni pembelajaran disekolah dan pembelajaran di industri. Siswa magang atau praktek industri dilaksanakan pada semester genap (semester 4) kelas XI.