Sistem pengapian pada kendaraan bermotor merupakan salah satu sistem yang mendukung bekerjanya sebuah kendaraan khususnya kendaraan berbahan bakar bensin. sistem pengapian dikelompokkan menjadi 2 berdasarkan pemicu yakni sistem pengapian konvensional pemicu platina dan sistem pengapian elektronik, dengan pemicu komponen semi dan full elektronik. sistem ini berfungsi menghasilkan percikan bunga api pada busi yang nantinya berguna untuk membakar campuran bahan bakar dengan bensin. sistem ini dilengkapi dengan komponen pembangkit tegangan yang disebut coil. Pada prinsipnya, sistem pengapian dapat menghailkan percikan api pada busi karena tegangan 12 volt dari baterai di naikkan menjadi tegangan tinggi sekitar 10-20 Kv. Komponen sistem pengapian sebagai berikut:
1. Baterai (aki) berfungsi sebagai sumber arus2.Kunci Kontak berfungsi sebagai pemutus dan menghubungkan arus dari baterai ke koil
3.Koil berfungsi sebagai pembangkit tegangan tinggi
4.Platina berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus primer dari koil ke massa
5. Condensor berfungsi untuk menyerap percikan api pada kontak platina serta membantu mempercepat imbulnya induksi pada kumparan primer setelah platina menutup kembali
6. Distributor berfungsi untuk membagi tegangan tinggi ke busi sesuai urutan pengapian(firing order)7. Busi berfungsi untuk memercikan bunga api

Tidak ada komentar:
Posting Komentar